




GAZA CITY-Serangan Israel ke jalur Gaza tak kunjung berhenti. Saat matahari 1 Januari 2009 terbit, mesin-mesin perang Israel sudah memborbardir Gaza, termasuk masjid. Korban jiwa terus bertambah. Warga Gaza pun kian kesulitan pangan dan obat-obatan.
Sampai Kamis (1/1), jumlah korban tewas mencapai 393 orang, 1.600 lainnya terluka. Sebanyak 180 orang, menurut kementrian kesehatan Palestina, adalah warga sipil.
Kepala kemanusiaan PBB, John Holmes, mengatakan 1,5 juta warga Gaza kini menghadapi situasi kemanusiaan mengkhawatirkan. Listrik padam-setelah Israel memblokade kiriman bahan bakar- terbatasnya suplai makanan, dan rumah sakit yang kelabakan melayani pasien akibat keterbatasan ruang dan obat-obatan.
Karen Abu Zayd, komisioner PBB untuk bantuan terhadap pengungsi Palestina mengatakan, "Saya kira 20 ribu orang setiap hari sudah hidup tanpa makanan yang mereka harapkan."
Ratusan warga Gaza mulai putus asa. Sebagian terpaksa meminta-minta atau mengais makanan dari tempat sampah.
"Yang kami butuhkan gula, beras, dan tepung. Tapi, tak satu pun ada di toko." kata Abu Hani, warga Gaza.
Peninjau tetap Palestina di PBB, Riyadh Mansour, mendesak PBB mengambil langkah keras dan segera. "Anak-anak kami dan ibu mereka mengharap Anda menghentikan agresi barbar Israel."
Israel mengirimkan kian banyak pasukan ke perbatasan. Wakil Menteri Pertahanan Israel, Matan Vilnai, menyatakan sudah siap melakukan serangan darat. Kemaren Israel mengebom tiga gedung pemerintahan. Bombardemen juga dilakukan kapal perang Israel dari Laut Mediterania. Jet-jet tempur Israel juga mengebom terowongan di perbatasan Selatan Gaza-Mesir. Israel mengklaim telah menghancurkan 80 terowongan- yang selama ini menjadi jalur suplai bantuan makanan dan bahan bakar. Pada Rabu, Masjid Tel Hawa dihancurkan, kecuali menaranya yang tetap berdiri. Israel menghancurkan lima masjid dan dua mushola. (sumber Republika 1/1)
Sampai Kamis (1/1), jumlah korban tewas mencapai 393 orang, 1.600 lainnya terluka. Sebanyak 180 orang, menurut kementrian kesehatan Palestina, adalah warga sipil.
Kepala kemanusiaan PBB, John Holmes, mengatakan 1,5 juta warga Gaza kini menghadapi situasi kemanusiaan mengkhawatirkan. Listrik padam-setelah Israel memblokade kiriman bahan bakar- terbatasnya suplai makanan, dan rumah sakit yang kelabakan melayani pasien akibat keterbatasan ruang dan obat-obatan.
Karen Abu Zayd, komisioner PBB untuk bantuan terhadap pengungsi Palestina mengatakan, "Saya kira 20 ribu orang setiap hari sudah hidup tanpa makanan yang mereka harapkan."
Ratusan warga Gaza mulai putus asa. Sebagian terpaksa meminta-minta atau mengais makanan dari tempat sampah.
"Yang kami butuhkan gula, beras, dan tepung. Tapi, tak satu pun ada di toko." kata Abu Hani, warga Gaza.
Peninjau tetap Palestina di PBB, Riyadh Mansour, mendesak PBB mengambil langkah keras dan segera. "Anak-anak kami dan ibu mereka mengharap Anda menghentikan agresi barbar Israel."
Israel mengirimkan kian banyak pasukan ke perbatasan. Wakil Menteri Pertahanan Israel, Matan Vilnai, menyatakan sudah siap melakukan serangan darat. Kemaren Israel mengebom tiga gedung pemerintahan. Bombardemen juga dilakukan kapal perang Israel dari Laut Mediterania. Jet-jet tempur Israel juga mengebom terowongan di perbatasan Selatan Gaza-Mesir. Israel mengklaim telah menghancurkan 80 terowongan- yang selama ini menjadi jalur suplai bantuan makanan dan bahan bakar. Pada Rabu, Masjid Tel Hawa dihancurkan, kecuali menaranya yang tetap berdiri. Israel menghancurkan lima masjid dan dua mushola. (sumber Republika 1/1)
0 komentar:
Poskan Komentar